Lirik Lagu : Vina Pandu Winata - Surat cinta Hari ini ku gembira
Melangkah di udara
Pak pos membawa berita
Dari yang ku damba
Sepucuk surat yang wangi
Warnanya pun merah hati
Bagai bingkisan pertama
Tak sabar ku buka
Satu dua dan tiga
Ku mulai membaca
Surat cintaku yang pertama
Membikin hatiku melompat
Seperti melodi yang indah
Ada kata cintanya
Surat cintaku yang pertama
Membikin hatiku melompat
Seperti melodi yang indah
Ada kata cintanya, padaku
Hari ini ku gembira
Melangkah di udara
Pak pos membawa berita
Dari yang ku damba
Ucapan semanis madu
Tiga lembar rayuannya
Rasanya tak puas hati
Ku ulangi lagi
Satu dua dan tiga
Ku mulai membaca
Surat cintaku yang pertama
Membikin hatiku melompat
Seperti melodi yang indah
Ada kata cintanya
Surat cintaku yang pertama
Membikin hatiku melompat
Seperti melodi yang indah
Ada kata cintanya, padaku
Ucapan semanis madu
Tiga lembar rayuannya
Rasanya tak puas hati
Ku ulangi lagi
Satu dua dan tiga
Ku mulai membaca
Surat cintaku yang pertama
Membikin hatiku melompat
Seperti melodi yang indah
Ada kata cintanya
Surat cintaku yang pertama
Membikin hatiku melompat
Seperti melodi yang indah
Ada kata cintanya, padaku
|
Lirik Lagu : Vina Pandu Winata - Logika Dari semuanya lelaki yang pernah mendampingi daku
Tiada yang pernah selama dua jam bikin ku menunggu
Kau yang pertama, melakukannya
Mengapa daku, membisu Dari semuanya lelaki yang pernah mencintai daku
Tiada yang pernah hingga detik ini bikin ku cemburu
Kau yang pertama, melakukannya
Mengapa daku, membisu Dimana, logika
Hatiku, jatuh cinta kepadanya
Oh tetapi kini, ternyata
Asmara, tak kenal dengan logika Dari semuanya lelaki yang pernah mendampingi daku
Tiada yang pernah selama dua jam bikin ku menunggu
Kau yang pertama melakukannya
Mengapa daku, membisu Dimana, logika
Hatiku, jatuh cinta kepadanya
Oh tetapi kini, ternyata
Asmara, tak kenal dengan logika Dari semuanya lelaki yang pernah mencintai daku
Tiada yang pernah hingga detik ini bikin ku cemburu
Kau yang pertama, melakukannya
Mengapa daku, membisu Dimana, logika
Hatiku, jatuh cinta kepadanya
Oh tetapi kini, ternyata
Asmara, tak kenal dengan logika Dimana, logika
Hatiku, jatuh cinta kepadanya
Oh tetapi kini, ternyata
Asmara, tak kenal dengan logika
tak kenal dengan logika |
0 komentar:
Poskan Komentar